14 Okt 2010

Tukang Becak Termulia Di Dunia, Inilah Kisah Sedihnya (Bikin Nangis)

kisah Bai Fang Li ini saya harap menjadi pelajaran hidup bagi kita semua untuk saling membantu sesama kita yang kesusahan, walaupun hidup serba pas-pasan tetapi tetap membantu orang tanpa pamrih.
Tak perlu menggembar-gemborkan sudah berapa banyak kita menyumbang orang karena mungkin belum sepadan dengan apa yang sudah dilakukan oleh Bai Fang Li. Kebanyakan dari kita menyumbang kalau sudah kelebihan uang. Jika hidup pas-pasan keinginan menyumbang hampir tak ada.

Bai Fang Li berbeda. Ia menjalani hidup sebagai tukang becak. Hidupnya sederhana karena memang hanya tukang becak. Namun semangatnya tinggi. Pergi pagi pulang malam mengayuh becak mencari penumpang yang bersedia menggunakan jasanya. Ia tinggal di gubuk sederhana di Tianjin, China.

Ia hampir tak pernah beli makanan karena makanan ia dapatkan dengan cara memulung. Begitupun pakaiannya. Apakah hasil membecaknya tak cukup untuk membeli makanan dan pakaian? Pendapatannya cukup memadai dan sebenarnya bisa membuatnya hidup lebih layak. Namun ia lebih memilih menggunakan uang hasil jerih payahnya untuk menyumbang yayasan yatim piatu yang mengasuh 300-an anak tak mampu.

Tersentuh

Bai Fang Li mulai tersentuh untuk menyumbang yayasan itu ketika usianya menginjak 74 tahun. Saat itu ia tak sengaja melihat seorang anak usia 6 tahunan yang sedang menawarkan jasa untuk membantu ibu-ibu mengangkat belanjaannya di pasar. Usai mengangkat barang belanjaan, ia mendapat upah dari para ibu yang tertolong jasanya.

Namun yang membuat Bai Fang Li heran, si anak memungut makanan di tempat sampah untuk makannya. Padahal ia bisa membeli makanan layak untuk mengisi perutnya. Ketika ia tanya, ternyata si anak tak mau mengganggu uang hasil jerih payahnya itu untuk membeli makan. Ia gunakan uang itu untuk makan kedua adiknya yang berusia 3 dan 4 tahun di gubuk di mana mereka tinggal. Mereka hidup bertiga sebagai pemulung dan orangtuanya entah di mana.


Bai Fang Li yang berkesempatan mengantar anak itu ke tempat tinggalnya tersentuh. Setelah itu ia membawa ketiga anak itu ke yayasan yatim piatu di mana di sana ada ratusan anak yang diasuh. Sejak itu Bai Fang Li mengikuti cara si anak, tak menggunakan uang hasil mengayuh becaknya untuk kehidupan sehari-hari melainkan disumbangkan untuk yayasan yatim piatu tersebut.

Tak Menuntut Apapun

Bai Fang Li memulai menyumbang yayasan itu pada tahun 1986. Ia tak pernah menuntut apa-apa dari yayasan tersebut. Ia tak tahu pula siapa saja anak yang mendapatkan manfaat dari uang sumbangannya. Pada tahun 2001 usianya mencapai 91 tahun. Ia datang ke yayasan itu dengan ringkih. Ia bilang pada pengurus yayasan kalau ia sudah tak sanggup lagi mengayuh becak karena kesehatannya memburuk. Saat itu ia membawa sumbangan terakhir sebanyak 500 yuan atau setara dengan Rp 675.000.
 
Dengan uang sumbangan terakhir itu, total ia sudah menyumbang 350.000 yuan atau setara dengan Rp 472,5 juta. Anaknya, Bai Jin Feng, baru tahu kalau selama ini ayahnya menyumbang ke yayasan tersebut. Tahun 2005, Bai Fang Li meninggal setelah terserang sakit kanker paru-paru.




Melihat semangatnya untuk menyumbang, Bai Fang Li memang orang yang luar biasa. Ia hidup tanpa pamrih dengan menolong anak-anak yang tak beruntung. Meski hidup dari mengayuh becak (jika diukur jarak mengayuh becaknya sama dengan 18 kali keliling bumi), ia punya kepedulian yang tinggi yang tak terperikan.(forum.vivanews.com)



 



Bruce Lee van Glodok !

13 Okt 2010

Falsafah Lima Jari

Ada si gendut jempol yang selalu berkata baik dan menyanjung.
* Ada telunjuk yang suka menunjuk dan memerintah.
* Ada si jangkung jari tengah yang sombong dan suka menghasut jari telunjuk.
* Ada jari manis yang selalu menjadi teladan, baik, dan sabar sehingga diberi hadiah cincin.
* Dan ada kelingking yang lemah dan penurut serta pemaaf (ingatkah anda waktu kecil kalau kita berbaikan dengan musuh kita pasti saling sentuh jari kelingking)....

Dengan perbedaan positif dan negatif yang dimiliki masing-masing jari, mereka bersatu untuk mencapai tujuan (menulis, memegang, menolong anggota tubuh yg lain, melakukan pekerjaan, dll).

Pernahkah kita bayangkan bila tangan kita hanya terdiri dari jempol semua? Falsafah ini sederhana namun sangat berarti. Kita diciptakan dengan segala perbedaan yang kita miliki dengan tujuan untuk bersatu, saling menyayangi,saling menolong, saling membantu, saling mengisi, bukan untuk saling menuduh, menunjuk, merusak, dan bahkan membunuh.

Sudahkah kasih sayang anda hari ini bertambah? Semoga bermanfaat.


SEE-DO-GET

Sekelompok wisatawan tertahan di suatu tempat asing di luar kota. Mereka hanya menemukan bahan makanan yang kedaluwarsa. Karena lapar, mereka....terpaksa menyantapnya, meskipun sebelumnya dicobakan dulu kepada seekor anjing yang ternyata menikmatinya dan tak terlihat efek sampingnya. Keesokan harinya, ketika mendengar anjing itu mati, semua orang menjadi cemas. Banyak yang mulai muntah dan mengeluh badannya panas atau terserang diare. Seorang dokter dipanggil untuk merawat para penderita keracunan makanan. Sang dokter mulai mencari sebab-musababnya dari seekor anjing. Ketika hendak dilacak, eh ternyata anjing itu mati karena terlindas mobil.
Apa yang menarik dari cerita di atas?
Ternyata kita bereaksi menurut apa yang kita pikirkan, bukan berdasarkan kenyataan itu sendiri. We see the world as we are, not as it is. Akar segala sesuatu adalah cara kita melihat. Cara kita melihat memengaruhi apa yang kita lakukan, dan apa yang kita lakukan memengaruhi apa yang kita dapatkan. Ini disebut sebagai model See-Do-Get.

Perubahan yang mendasar baru akan terjadi ketika ada perubahan cara melihat. Ada cerita menarik mengenai sepasang suami-istri yang telah bercerai. Suatu hari, Astri, nama wanita ini, datang ke kantor Roy, mantan suaminya. Saat itu Roy sedang melayani seorang pelanggan. Melihat Astri menunggu dengan gelisah, pimpinan kantor menghampirinya dan mengajaknya berbincang-bincang.
Si Bos berkata, "Saya begitu senang, suami Anda bekerja untuk saya. Dia seorang yang sangat berarti dalam perusahaan kami, begitu penuh perhatian dan baik budinya."
Astri terperangah mendengar pujian si bos, tapi ia tak berkomentar apa-apa. Roy ternyata mendengar komentar si bos.
Setelah Astri pergi, ia menjelaskan, "Kami tak hidup bersama lagi sejak 6 bulan lalu, dan sekarang dia hanya datang menemui saya bila ia membutuhkan tambahan uang untuk putra kami."
Beberapa minggu kemudian telepon berbunyi untuk Roy.
Ia mengangkatnya dan berkata, "Baiklah Ma, kita akan melihat rumah itu bersama setelah jam kerja."
Setelah itu ia menghampiri bosnya dan berkata, "Astri dan saya telah memutuskan memulai lagi perkawinan kami. Dia mulai melihat saya secara berbeda tak lama setelah Bapak berbicara padanya tempo hari."

Bayangkan, perubahan drastis terjadi semata-mata karena perubahan dalam cara melihat. Awalnya, Astri mungkin melihat suaminya sebagai seorang yang menyebalkan, tapi ternyata di mata orang lain Roy sungguh menyenangkan. Astrilah yang mengajak rujuk, dan mereka kembali menikmati rumah tangga yang jauh lebih indah dari sebelumnya. Segala sesuatu yang kita lakukan berakar dari cara kita melihat masalah. Karena itu, bila ingin mengubah nasib secara drastis, kita perlu melakukan revolusi cara berpikir. Stephen Covey pernah mengatakan: "Kalau Anda menginginkan perubahan kecil dalam hidup, garaplah perilaku Anda, tapi bila Anda menginginkan perubahan-perubahan yang besar dan mendasar, garaplah paradigma Anda."

Covey benar, perubahan tidak selalu dimulai dari cara kita melihat (See). Ia bisa juga dimulai dari perilaku kita (Do). Namun, efeknya sangat berbeda. Ini contoh sederhana. Anak saya, Alisa yang berusia empat tahun selalu menolak kalau diberi minyak ikan. Padahal, itu diperlukan untuk meningkatkan perkembangan otak dan daya tahan tubuhnya. Betapapun kami membujuknya, ia tetap menolak. Dengan maksud baik, kadang-kadang kami memaksanya menelan minyak ikan. Ia menangis dan meronta-ronta. Kami memang berhasil memaksanya,tapi ini bukan sesuatu yang win-win. Kami menang, ia kalah. Ini pendekatan yang dimulai dengan Do. Kami sadar harus mencari cara lain. Untungnya, istri saya punya ide menarik. Ia mulai dengan mengubah paradigma Alisa. Kami tahu Alisa sangat suka sirup, karena itu minyak ikan tersebut kami aduk dengan air dalam gelas. Ternyata, ia sangat gembira dan menikmati "sirup" minyak ikan itu. Bahkan, sekarang ia tak mau mandi sebelum minum "sirup" tersebut.

Contoh sederhana ini menggambarkan proses perubahan yang bersifat inside-out (dari dalam ke luar). Perubahan ini bersifat sukarela dan datang dari Alisa sendiri. Jadi, tidak ada keterpaksaan. Inilah perubahan yang diawali dengan See. Perubahan yang dimulai dengan Do, bersifat sebaliknya, yaitu outside-in. Perubahan seperti ini sering disertai penolakan. Jangankan dengan bawahan, dengan anak kecil seperti Alisa saja, hal ini sudah bermasalah.

Pendekatan hukum bersifat outside-in dan dimulai dengan Do. Orang tidak korupsi karena takut akan hukumannya, bukan karena kesadaran. Pada dasarnya orang tersebut belum berubah, karena itu ia masih mencari celah-celah yang dapat dimanfaatkannya. Pendekatan SDM berusaha mengubah cara berpikir orang. Akar korupsi sebenarnya adalah pada cara orang melihat. Selama jabatan dilihat sebagai kesempatan menumpuk kekayaan, bukannya sebagai amanah yang harus dipertanggungjawabkan, selama itu pula korupsi tak akan pernah hilang. Inilah pendekatan inside-out.

Memang jauh lebih sulit, tetapi efek yang dihasilkannya jauh lebih mendasar. Cara kita melihat masalah sesungguhnya adalah masalah itu sendiri. Karena itu, untuk mengubah nasib, yang perlu Anda lakukan cuma satu: Ubahlah cara Anda melihat masalah. Mulailah melihat atasan yang otoriter, bawahan yang tak kooperatif, pelanggan yang cerewet dan pasangan yang mau menang sendiri sebagai tantangan dan rahmat yang terselubung. Orang-orang ini sangat berjasa bagi Anda karena dapat membuat Anda lebih kompeten, lebih profesional, lebih arif dan lebih sabar. Saya menyukai apa yang dikatakan John Gray, pengarang buku Men Are From Mars and Women Are From Venus. Gray melihat masalah dan kesulitan dengan cara yang berbeda. Ujarnya, "Semua kesulitan sesungguhnya merupakan kesempatan bagi jiwa kita untuk tumbuh."



Anda Stress ?

Seorang dosen sedang memberikan kuliah tentang Manajemen Stres. Dia mengangkat segelas air dan bertanya kepada mahasiswanya "Seberapa berat anda kira segelas air ini?"....

Mahasiswa menjawab mulai dari 20 gr sampai 500 gr.
"Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama anda memegangnya. Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya. Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat".
"Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya".

"Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi".

Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi. Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini, tinggalkan beban pekerjaan. Jangan bawa pulang. Beban itu dapat diambil lagi besok.

Apapun beban yang ada di pundak anda hari ini, coba tinggalkan sejenak jika bisa. Setelah beristirahat nanti dapat diambil lagi......

Hidup ini singkat, jadi cobalah menikmatinya!!

Hal terindah dan terbaik di dunia ini tak dapat dilihat, atau disentuh, tapi hanya dapat dirasakan jauh di relung hati anda.

SELAMAT BEKERJA...


Mikir yg simpel-simpel aja....

Sabi dan Shekar yang dalam perjalanan di tengah gurun, berniat bermalam di dekat sebuah oasis. Setelah usai memasang tenda, tidak berapa lama mereka langsung tertidur lelap. Beberapa jam kemudian Sabi membangunkan Shekar, temannya yang sangat jujur itu.

"Shekar, lihatlah ke atas dan katakan kepada saya apa yang kamu lihat."
"Saya melihat jutaan bintang." jawab Shekar.
"Jadi, apa artinya itu ?" tanya KemoSabi lagi....


Shekar merenung sejenak,
"Ahli ilmu falak pernah bilang kepada saya, itu adalah jutaan galaksi yang
kemungkinan besar terdiri dari milyaran planet. Ahli nujum juga pernah bilang pada saya keadaan seperti ini berarti keberuntungan buat orang yang berbintang Leo.
Kalau menurut gelagat waktu, keadaan seperti ini berarti kira-kira jam tiga lewat seperempat menjelang pagi. Kalau menurut orang alim itu adalah bukti kekuasaan Tuhan dan kita hanyalah sesuatu yang sangat kecil yang tak berarti di mata Tuhan. Tetapi kalau ahli meteorologi dan geofisika menafsirkan keadaan seperti ini menandakan kemungkinan besar besok hari akan sangat cerah. Terus kalau kamu mengartikannya bagaimana Sabi?"

Sabi geleng kepala dan berkata, "Shekarrrrrrr ..., kamu nggak
usah cerita panjaaaang-panjaaaaaaang kaya gituuuuuuuuu ..., harusnya kamu
menyadari kalau kita bisa melihat bintang yang begitu banyak di langit
sekarang ini artinya TENDA kita dicuri orang!"




kegagalan Abe Lincoln

Di bawah ini ada sebuah daftar kegagalan dari orang yang semasa hidupnya mengalami banyak tantangan dan badai.....
1831 - ia mengalami kebangkrutan dalam usahanya.
1832 - ia menderita kekalahan dalam pemilihan tingkat lokal.
1833 - ia kembali menderita kebangkrutan.
1835 - istrinya meninggal dunia.
1836 - ia menderita tekanan mental sedemikian rupa, sehingga hampir saja masuk rumah sakit jiwa.
1837 - ia menderita kekalahan dalam suatu kontes pidato.
1840 - ia gagal dalam pemilihan anggota senat Amerika Serikat.
1842 - ia menderita kekalahan untuk duduk di dalam kongres
Amerika Serikat.
1848 - ia kalah lagi di konggres Amerika Serikat.
1855 - ia gagal lagi di senat Amerika Serikat.
1856 - ia kalah dalam pemilihan untuk menduduki kursi wakil presiden Amerika Serikat.
1858 - ia kalah lagi di senat Amerika Serikat.
1860 - ia akhirnya menjadi presiden Amerika Serikat.

Siapakah dia? Namanya ialah Abraham Lincoln.
Kalau orang lain yang mengalami demikian banyak kegagalan mungkin ia sudah mundur secara teratur. Tetapi Lincoln maju terus, kata mundur sama sekali tidak ada di otaknya. Akibatnya ia kemudian mencapai suatu sukses yang luar biasa.


Tidak apa-apa kan masih ada hari esok....

Pada suatu tempat, hiduplah seorang anak. Dia hidup dalam keluarga yang bahagia, dengan orang tua dan sanak keluarganya.Tetapi, dia tidak pernah mensyukuri betapa baiknya kehidupan yang dia miliki....


Dia terus bermain, menggangu sanak keluarganya kalau mereka tidak maau bermain apa yang dia ingin main. Tetapi, ketika dia mau minta maaf, dia selalu berkata,"Tidak apa-apa, besok kan bisa."

Ketika agak besar, sekolah sangat menyenangkan baginya.Dia belajar,mendapat teman, dan sangat bahagia. Tetapi, dia nggak pernah mensyukurinya.

Semua begitu saja dijalaninya sehingga dia anggap semua sudah sewajarnya. Suatu hari, dia berkelahi dengan teman baiknya.Walaupun dia tahu itu salah, tapi tidak tidak pernah mengambil inisiatif untuk minta maaf dan berbaikan dengan teman baiknya. Alasan dia, "Tidak apa-apa, besok kan bisa."

Ketika dia agak besar, teman baiknya tadi bukanlah temannya lagi. Walaupun dia masih sering melihat temannya itu, tapi mereka tidak pernah saling tegur. Tapi itu bukanlah masalah, karena dia masih punya banyak teman baik yang lain. Dia dan teman-temannya hampir melakukan segala sesuatu bersama-sama, makan, main, kerjakan PR, dan jalan-jalan. Ya, mereka semua teman-temannya yang paling baik.

Setelah lulus, kerja membuatnya sibuk. Dia ketemu seorang cewek yang sangat cantik dan baik dan segera dia menjadi pacarnya. Dia begitu sibuk dengan kerjanya, karena dia ingin dipromosikan ke posisi paling tinggi dalam waktu yang sesingkat mungkin.

Tentu, dia rindu sama teman-temannya. Tapi dia tidak pernah lagi menghubungi mereka lagi, bahkan lewat telepon. Dia selalu berkata, "Ah,aku capek, besok saja aku hubungin mereka." Ini tidak terlalu mengganggu dia karena dia punya teman-teman sekerja selalu mau diajak keluar.

Jadi,waktu pun berlalu, dia lupa sama sekali untuk menelepon teman-temannya.Setelah dia menikah dan punya anak, dia bekerja lebih keras agar dalam membahagiakan keluarganya. Dia tidak pernah lagi membeli bunga untuk istrinya, atau pun mengingat hari ulang tahun istrinya dan juga hari pernikahan mereka.

Tapi, itu tidak masalah baginya, karena istrinya selalu mengerti dia, dan tidak pernah menyalahkannya. Tentu, kadang-kadang dia merasa bersalah dan sangat ingin punya kesempatan untuk mengatakan pada istrinya "Aku cinta kamu", tapi dia tidak pernah melakukannya.

Alasan dia "Tidak apa-apa, saya pasti besok akan mengatakannya." Dia tidak pernah sempat datang ke pesta ulang tahun anak-anaknya, tapi dia tidak tahu ini akan berpengaruh pada anak-anaknya.
Anak-anak mulai menjauhinya, dan tidak pernah benar-benar menghabiskan waktu mereka dengan ayahnya. Suatu hari, kemalangan datang ketika istrinya tewas dalam kecelakaan.

Dia ditabrak lari. Tapi hari itu, dia sedang ada rapat. Dia tidak sadar bahwa itu kecelakaan yang fatal, dia baru datang saat istrinya akan dijemput maut. Sebelum sempat berkata "Aku cinta kamu", istrinya meninggal.

Laki-laki itu remuk hatinya dan mencoba mencari menghibur diri melalui anak-anaknya setelah kematian istrinya. Tapi, dia baru sadar anak-anaknya tidak pernah mau berkomunikasi dengannya.

Segera, anak-anaknya dewasa dan membangun keluarganya masing-masing. Tidak ada yang peduli sama orang tua ini yang di masa lalunya tidak pernah meluangkan waktunya untuk mereka.

Dia pindah ke rumah jompo yang terbaik, yang menyediakan pelayanan sangat baik dengan uang yang dia simpan untuk perayaan pernikahan ke 50, 60, dan 70 dia dan istrinya. Semua uang itu sebenarnya untuk dipakai pergi ke Hawaii, New Zealand, dan negara-negara lain, tapi kini dipakai untuk membayar biaya tinggal dia di rumah jompo tersebut.

Sejak itu sampai dia meninggal, hanya ada orang-orang tua dan suster yang merawatnya. Dia kini merasa sangat kesepian, perasaan yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya. Saat dia mau meninggal, dia memanggil seorang suster dan berkata padanya, "Ah, andai saja aku menyadari ini dari dulu...." Dan dia meninggal dengan airmata di pipinya.

Apa yang saya ingin coba katakan pada kamu, waktu itu nggak pernah berhenti. Kamu terus maju dan maju, sebelum kamu sadar itu, kamu telah maju terlalu jauh. Jika kamu pernah bertengkar, segera berbaikanlah!

Jika kamu merasa ingin mendengar suara teman kamu, jangan ragu-ragu untuk meneleponnya segera.

Terakhir, tapi ini yang paling penting, jika kamu merasa kamu ingin bilang sama seseorang bahwa kamu sayang dia, jangan tunggu sampai terlambat. Jika kamu terus pikir bahwa kamu lain hari baru akan memberitahu dia, hari ini tidak pernah akan datang.

Jika kamu selalu pikir bahwa besok akan datang, maka "besok" akan pergi begitu cepatnya hingga kamu baru sadar waktu telah meninggalkanmu.



MENIKMATI KEBOSANAN

Ini sebuah cerita ringan tentang kebosanan. Seorang tua yang bijak ditanya oleh tamunya.

Tamu :"Sebenarnya apa itu perasaan 'bosan', pak tua?"
Pak Tua :"Bosan adalah keadaan dimana pikiran menginginkan perubahan, mendambakan sesuatu yang baru, dan menginginkan berhentinya rutinitas hidup dan keadaan yang monoton dari waktu ke waktu."

Tamu :"Kenapa kita merasa bosan?"
Pak Tua :"Karena kita tidak pernah merasa puas dengan apa yang kita miliki."
Tamu :"Bagaimana menghilangkan kebosanan?"
Pak Tua :"Hanya ada satu cara, nikmatilah kebosanan itu, maka kita pun akan terbebas darinya."
Tamu :"Bagaimana mungkin bisa menikmati kebosanan?"
Pak Tua:"Bertanyalah pada dirimu sendiri: mengapa kamu tidak pernah bosan makan nasi yang sama rasanya setiap hari?"
Tamu :"Karena kita makan nasi dengan lauk dan sayur yang berbeda, Pak Tua."
Pak Tua :"Benar sekali, anakku, tambahkan sesuatu yang baru dalam rutinitasmu maka kebosanan pun akan hilang."
Tamu: "Bagaimana menambahkan hal baru dalam rutinitas?"
Pak Tua :"Ubahlah caramu melakukan rutinitas itu. Kalau biasanya menulis sambil duduk, cobalah menulis sambil jongkok atau berbaring. Kalau biasanya membaca di kursi, cobalah membaca sambil berjalan-jalan atau meloncat-loncat. Kalau biasanya menelpon dengan tangan kanan, cobalah dengan tangan kiri atau dengan kaki kalau bisa. Dan seterusnya." Lalu Tamu itu pun pergi.
Beberapa hari kemudian Tamu itu mengunjungi Pak Tua lagi.
Tamu :"Pak tua, saya sudah melakukan apa yang Anda sarankan, kenapa saya masih merasa bosan juga?"
Pak Tua :"Coba lakukan sesuatu yang bersifat kekanak-kanakan."
Tamu :"Contohnya?"
Pak Tua :"Mainkan permainan yang paling kamu senangi di waktu kecil dulu."
Lalu Tamu itu pun pergi.

Beberapa minggu kemudian, Tamu itu datang lagi ke rumah Pak Tua.
Tamu :"Pak tua, saya melakukan apa yang Anda sarankan. Di setiap waktu senggang saya bermain sepuas-puasnya semua permainan anak-anak yang saya senangi dulu. Dan keajaiban pun terjadi. Sampai sekarang saya tidak pernah merasa bosan lagi, meskipun di saat saya melakukan hal-hal yang dulu pernah saya anggap membosankan. Kenapa bisa demikian, Pak Tua?"

Sambil tersenyum Pak Tua berkata:
"Karena segala sesuatu sebenarnya berasal dari pikiranmu sendiri, anakku. Kebosanan itu pun berasal dari pikiranmu yang berpikir tentang kebosanan.

Saya menyuruhmu bermain seperti anak kecil agar pikiranmu menjadi ceria. Sekarang kamu tidak merasa bosan lagi karena pikiranmu tentang keceriaan berhasil mengalahkan pikiranmu tentang kebosanan.

Segala sesuatu berasal dari pikiran.
Berpikir bosan menyebabkan kau bosan.
Berpikir ceria menjadikan kamu ceria."

When you are the anvil, be patient. When you are the hammer, strike!


[WARNING] Buat Perempuan pengguna Angkutan Umum, be careful !

Kalo ngatuk, mending tidur dulu dirumah, baru berangkat ngantor, daripada diusilin paparazzi kayak gini ahahahaha...


Kenapa perubahan cuaca bisa bikin sakit??


Perubahan cuaca seperti dari panas ke hujan atau sebaliknya bisa mempengaruhi kondisi tubuh seseorang, terutama pada orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah. Kenapa bisa seperti itu?

Ini karena tubuh seseorang dirancang untuk berfungsi pada suhu tertentu. Nah, jika terjadi perubahan cuaca biasanya akan disertai dengan perubahan suhu.

Maka itu jika terjadi perubahan cuaca secara tiba-tiba tubuh akan sulit beradaptasi. Padahal adaptasi adalah cara tubuh membangun sistem kekebalan.

Seperti dikutip dari eHow, Rabu (13/10/2010) saat tubuh melakukan adaptasi, tubuh akan menjadi lebih rentan terhadap infeksi dan virus. Hal inilah yang membuat seseorang lebih mudah sakit saat cuaca berubah-ubah.

Misalnya ketika cuaca sedang panas akan menyebabkan penurunan tekanan atmosfer yang menyebabkan timbulnya gejala migrain. Ini karena tubuh akan berusaha untuk tetap berfungsi pada tekanan tersebut dan ketika cuaca berubah maka akan mengakibatkan sistem tubuh harus beradaptasi kembali.

Untuk mencegah tubuh sakit ketika sering terjadi perubahan cuaca adalah dengan mengonsumsi nutrisi yang bergizi, tetap melakukan olahraga secara teratur dan menjaga kebersihan dengan baik.

Kombinasi ketiga hal tersebut dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh yang membuat seseorang terhindar dari penyakit.

Belanja yuk di ITC Cempaka Mas!

Mau tahu dimana pusat grosir terbesar di asia tenggara? ya benar, letaknya ternyata di Jakarta, tepatnya Jakarta Pusat yaitu ITC Cempaka Mas. Tempat ini telah berubah menjadi salah satu raja pusat perbelanjaan di Jakarta.
Memilki lebih dari 6.000 kios dan 5 lantai (sekarang 6 lantai) serta lantai2 lain untuk perkantoran, selain itu tempat ini merupakan kesatuan dari kawasan Cempaka Mas yang terdiri dari ruko, apartemen, graha, serat ITC Cempaka mas itu sendiri dan terletak di lokasi yang cukup strategis tepatnya di ujung Jln.Letjend Soeprapto tepatnya diperbatasan antara Jakpus, Jakut dan Jaktim serta bersebelahan dengan kawasan Sunter, Kelapa Gading, serta dekat dengan pelabuhan tanjung piok  menunjukkan ITC Cempaka Mas layak untuk dikunjungi sebagai salah satu tempat berbelanja di jakarta.


12 Okt 2010

[ANEH] ATM yang Mendidik Sekaligus Bikin Pusing Penggunanya

Untuk melakukan Withdraw (Tarik Tunai) di ATM inipara Nasabah diharuskan menyelesaikan Soal-Soal Matematika dahulu, baru setelah itu mereka bisa melakukan transaksi...



Penjara Super Mewah Ala Skandinavia

TEMPO Interaktif, Ruang penjara itu mirip kamar hotel. Di dalamnya ada toilet, penghangat ruangan, kulkas, dan microwave. Inilah ruang penjara di Belanda. Penjara di Belanda memang terkenal dengan kemewahannya.
Tapi penjara di Belanda belum seberapa bila dibandingkan dengan penjara yang ada di Norwegia. Sebuha penjara bernama Halden Fengsel di Norwegi lebih mewah lagi. Penjara yang berdiri di lahan 30 hektar dan berkapasitas 252 orang ini dibangun dengan dana sekitar US$252 juta atau sekitar Rp 2,2 triliun.
 
Dengan biaya sebesar itu tidak heran bila penjara ini mirip hotel. Kamar para tahanannya dilengkapi TV berlayar datar, kulkas kecil, meja kerja dan coffee table. Bahkan jendelanya pun lebar tanpa tralis. Para tahanan bisa menikmati cahaya matahari lebih banyak.

Selain fasilitas yang istimewa itu, setiap 10 sampai 12 narapidana berbagi ruang keluarga dan dapur. Di ruang keluarga ini ada sofa, coffee table. Bila dilihat-lihat kamar narapidana dan ruang-ruang tersebut mirip showroom Ikea.

 


Wajah Anjing Setelah Berkelahi Dengan Landak

Tisue Orang Kaya...

Bank paling Parno di dunia !

Bila Anda datang ke China Construction Bank kesan pertama adalah Anda akan menilai bahwa bank ini sangat tidak aman, kenapa? Bayangkan sebuah bank biasanya diawasi hanya beberapa CCTV saja tapi disini banyak sekali kamera CCTV yang mengintai . Kenapa?
 
 



Patung PAsir paling Edan di dunia !

Keunikan Bentuk Telinga Akan Gantikan Fungsi Sidik Jari

 
Southampton, Keunikan bentuk telinga pada setiap manusia ternyata sangat bermanfaat. Di masa mendatang, bagian tubuh yang jarang diperhatikan itu diyakini bisa menggantikan peran sidik jari untuk mengenali identitas seseorang.

Menurut penelitian di University of Southampton, bentuk telinga pada setiap individu adalah unik. Oleh karena itu, Prof Mark Nixon yang terlibat dalam penelitian itu juga mengembangkan alat sensor untuk mengenali keunikan tersebut.

Di masa mendatang, sensor-sensor wajah atau retina yang dipasang di bandar udara akan digantikan dengan sensor bentuk telinga. Ssebab selama ini, sensor untuk mengenali wajah dan retina dinilai punya banyak kelemahan.

Sensor wajah misalnya, akan semakin tidak akurat ketuka efek penuaan mulai menghadirkan garis-garis keriput di wajah. Selain itu, sensor tersebut hanya bisa mengenali ekspresi yang netral dan sulit mengenali wajah yang di-make up.

Demikian juga dengan sensor retina, ternyata masih punya kelemahan meski sudah lebih akurat dibanding sensor wajah. Retina hanya bisa diidentifikasi dari jarak sangat dekat, sehingga dinilai kurang praktis untuk digunakan di pusat-pusat keramaian.

“Telinga lebih aman dari efek penuaan dan cukup besar untuk dikenali dari jarak jauh. Karena terbentuk dengan sempurna sejak lahir, telinga tidak banyak mengalami perubahan seumur hidup,” ungkap Prof Nixon seperti dikutip dari Telegraph, Minggu (10/10/2010).

Meski baru dalam tahap uji coba, sensor biometrik rancangan Prof Nixon sudah menunjukkan hasil memuaskan. Saat dicoba untuk mengidentifikasi telinga pada 252 orang, akurasi yang dihasilkan mencapai 99 persen.

Hasil uji coba tersebut juga telah dipersentasikan dalam acara Fourth International Conference on Biometrics yang berlangsung baru-baru ini.


Keset lucu dan kreatif